Sebuah Foto, Sebuah Ide, Sebuah Cerita...

 

Seberkas Cahaya. Selasa (05/07) malam itu, aku berkesempatan bertemu dengan 6 orang Pengajar Muda II yang bertugas di Gresik. Mereka bertugas di daerah yang aku sendiri banyak tau tentang daerah tersebut, namun masih berada di Kabupaten Gresik, yakni Pulau Bawean.Banyak hal yang aku dapatkan dari diskusi tersebut, cerita mereka begitu mengharukan. Walau masih kurang lebih 3 minggu berada di sana, namun banyak pengalaman mereka yang begitu menginspirasi.”Di sana tuh, saya punya orang tua, kakek nenek, yang hanya bisa berbahasa bawean, jadi kalau berkomunikasi pasti saya bawa anak-anak sebagai translator,” cerita salah satu dari mereka.”Walau di sana kondisi listriknya terbatas, tapi di sana bintang-bintang di langit tuh indah banget,” cerita Pengajar Muda lainnya.”Kalau saya menyalakan laptop, adik-adik saya da para tetangganya terancam tidak bisa menonton TV,” cerita lainnya.”Kalau saya beda sama mereka, saya berkecukupan, tapi kondisi sekolahnya miris, atapnya bocor, kalau hujan sekolah diliburkan,” katanya lagi.Masih banyak cerita mereka yang begitu menggugah hati aku, terus terang aku tersentuh. Masih ada ya di sekitar aku yang kondisinya demikian, lantas apa yang bisa aku lakukan untuk mereka? Jujur sepintas aku berpikiran untuk jadi seorang guru dan mengabdi seperti mereka, menjadi seberkas cahaya bagi mereka yang membutuhkanHingga kini, pikiran itu masih berkecamuk di otakku…

Seberkas Cahaya. Selasa (05/07) malam itu, aku berkesempatan bertemu dengan 6 orang Pengajar Muda II yang bertugas di Gresik. Mereka bertugas di daerah yang aku sendiri banyak tau tentang daerah tersebut, namun masih berada di Kabupaten Gresik, yakni Pulau Bawean.

Banyak hal yang aku dapatkan dari diskusi tersebut, cerita mereka begitu mengharukan. Walau masih kurang lebih 3 minggu berada di sana, namun banyak pengalaman mereka yang begitu menginspirasi.

Di sana tuh, saya punya orang tua, kakek nenek, yang hanya bisa berbahasa bawean, jadi kalau berkomunikasi pasti saya bawa anak-anak sebagai translator,” cerita salah satu dari mereka.

Walau di sana kondisi listriknya terbatas, tapi di sana bintang-bintang di langit tuh indah banget,” cerita Pengajar Muda lainnya.

Kalau saya menyalakan laptop, adik-adik saya da para tetangganya terancam tidak bisa menonton TV,” cerita lainnya.

Kalau saya beda sama mereka, saya berkecukupan, tapi kondisi sekolahnya miris, atapnya bocor, kalau hujan sekolah diliburkan,” katanya lagi.

Masih banyak cerita mereka yang begitu menggugah hati aku, terus terang aku tersentuh. Masih ada ya di sekitar aku yang kondisinya demikian, lantas apa yang bisa aku lakukan untuk mereka? Jujur sepintas aku berpikiran untuk jadi seorang guru dan mengabdi seperti mereka, menjadi seberkas cahaya bagi mereka yang membutuhkan

Hingga kini, pikiran itu masih berkecamuk di otakku…