Sebuah Foto, Sebuah Ide, Sebuah Cerita...

 

Good Bye Days. Saat hari lahirku ini, aku justru lebih banyak memikirkan hari-hari terakhirku di sini, dengan orang tua ku, keluargaku, dan sahabat-sahabat aku di sini.

Sebenarnya aku belum mau mengungkap kemana aku akan hijrah, namun pikiran ini begitu membebaniku, berat rasanya, namun harus dijalankan.

Masih ingat jelas, saat bagaimana aku masih dibangunkan ibuku shubuh hari, ditawari makan atau bentuk perhatian lainnya. Masih ingat juga aku ketika pertama kali berkumpul dengan sahabat-sahabat di @infoGRESIK, yang bagaimana ketika masih malu-malu, hingga sekarang yang malu-maluin, hahaaa.


Aku juga masih ingat berkumpul dengan sahabat-sahabatku di Gravitasi 2004, bersenda gurau tak tau kemana arahnya, rasanya aku menyesal melewatkan kesempatan yang mungkin terakhir aku bersama Gravitasio 2004, saat syukuran rumah barunya Jeng Santi.

Aku juga baru menemukan teman-teman baru di SONE Surabaya, Sabtu (02/07) pertama aku kopdar dengan mereka. Namun kebersamaan dengan semuanya ini akan dipending saat kepergianku yang entah berapa lama.

Aku yakin, di sana aku juga akan menemukan sebuah kebersamaan yang lain yang tak kalah seru. Susahnya hidup, harus dinikmati dengan senyuman.

Saengil Chukkahamnida. annyeong haseyo, tumblrman.. hari ini, Jumat (08/07) menjadi salah satu hari yang spesial bagi aku, dari foto bisa dilihat, si Yoona, Taeyeon, Sunny dan Jessica sedang membawa kue ulang tahun. Ya, hari ini adalah hari ulang tahunku.

Sebenarnya aku tak terlalu mengurusi ini, karena perubahan umur layaknya perubahan hari ke hari, jam ke jam atau menit ke menit, yang dibutuhkan hanyalah perubahan menuju kebaikan dan rasa syukur itu sendiri. Untuk ulang tahun yang ke berapa, aku rasa itu hanya persoalan angka saja, yang penting tetap meningkatkan kedewasaan diri, rasa syukur dan berikhtiar untuk sukses.

Di usia yang sekarang, kembali lagi ke dalam pikiranku yang berkecamuk saat ini, aku malah lebih memikirkan bagaimana untuk jadi guru SD. Aku rasa, aku akan menemukan kebahagiaan batin di sana.

Aku berusaha untuk bersyukur dengan apa yang aku dapat sekarang, aku akan selalu mencintai orang-orang di sekitarku, orang tua, keluarga, sahabat-sahabat dan teman-temanku. Terima kasih atas doa dan ucapannya.

Cinta dan Duka dengan Bunga. Ah, aku rasa cinta tak dapat diukur dengan sekuntum bunga mawar. Aku sendiri kadang bingung kenapa pernyataan cinta dilambangkan dengan setangkai bunga.Selain rasa cinta, rasa duka juga dilambangkan dengan bunga, namun tentu saja saat memberi bunga tersebut ekspresinya berbeda. Tak mungkin menyatakan cinta dengan bunga, dengan berpakaian serba hitam dan ekspresi orang yang berbela sungkawa, begitu pun sebaliknya.Bagiku sih, rasa cinta tak dapat diukur dengan bunga, kalau pun ada orang menyatakan I Love You, jika punya rasa yang sama, cukup saja jawab, I Love You more….

Cinta dan Duka dengan Bunga. Ah, aku rasa cinta tak dapat diukur dengan sekuntum bunga mawar. Aku sendiri kadang bingung kenapa pernyataan cinta dilambangkan dengan setangkai bunga.

Selain rasa cinta, rasa duka juga dilambangkan dengan bunga, namun tentu saja saat memberi bunga tersebut ekspresinya berbeda. Tak mungkin menyatakan cinta dengan bunga, dengan berpakaian serba hitam dan ekspresi orang yang berbela sungkawa, begitu pun sebaliknya.

Bagiku sih, rasa cinta tak dapat diukur dengan bunga, kalau pun ada orang menyatakan I Love You, jika punya rasa yang sama, cukup saja jawab, I Love You more….

Seberkas Cahaya. Selasa (05/07) malam itu, aku berkesempatan bertemu dengan 6 orang Pengajar Muda II yang bertugas di Gresik. Mereka bertugas di daerah yang aku sendiri banyak tau tentang daerah tersebut, namun masih berada di Kabupaten Gresik, yakni Pulau Bawean.Banyak hal yang aku dapatkan dari diskusi tersebut, cerita mereka begitu mengharukan. Walau masih kurang lebih 3 minggu berada di sana, namun banyak pengalaman mereka yang begitu menginspirasi.”Di sana tuh, saya punya orang tua, kakek nenek, yang hanya bisa berbahasa bawean, jadi kalau berkomunikasi pasti saya bawa anak-anak sebagai translator,” cerita salah satu dari mereka.”Walau di sana kondisi listriknya terbatas, tapi di sana bintang-bintang di langit tuh indah banget,” cerita Pengajar Muda lainnya.”Kalau saya menyalakan laptop, adik-adik saya da para tetangganya terancam tidak bisa menonton TV,” cerita lainnya.”Kalau saya beda sama mereka, saya berkecukupan, tapi kondisi sekolahnya miris, atapnya bocor, kalau hujan sekolah diliburkan,” katanya lagi.Masih banyak cerita mereka yang begitu menggugah hati aku, terus terang aku tersentuh. Masih ada ya di sekitar aku yang kondisinya demikian, lantas apa yang bisa aku lakukan untuk mereka? Jujur sepintas aku berpikiran untuk jadi seorang guru dan mengabdi seperti mereka, menjadi seberkas cahaya bagi mereka yang membutuhkanHingga kini, pikiran itu masih berkecamuk di otakku…

Seberkas Cahaya. Selasa (05/07) malam itu, aku berkesempatan bertemu dengan 6 orang Pengajar Muda II yang bertugas di Gresik. Mereka bertugas di daerah yang aku sendiri banyak tau tentang daerah tersebut, namun masih berada di Kabupaten Gresik, yakni Pulau Bawean.

Banyak hal yang aku dapatkan dari diskusi tersebut, cerita mereka begitu mengharukan. Walau masih kurang lebih 3 minggu berada di sana, namun banyak pengalaman mereka yang begitu menginspirasi.

Di sana tuh, saya punya orang tua, kakek nenek, yang hanya bisa berbahasa bawean, jadi kalau berkomunikasi pasti saya bawa anak-anak sebagai translator,” cerita salah satu dari mereka.

Walau di sana kondisi listriknya terbatas, tapi di sana bintang-bintang di langit tuh indah banget,” cerita Pengajar Muda lainnya.

Kalau saya menyalakan laptop, adik-adik saya da para tetangganya terancam tidak bisa menonton TV,” cerita lainnya.

Kalau saya beda sama mereka, saya berkecukupan, tapi kondisi sekolahnya miris, atapnya bocor, kalau hujan sekolah diliburkan,” katanya lagi.

Masih banyak cerita mereka yang begitu menggugah hati aku, terus terang aku tersentuh. Masih ada ya di sekitar aku yang kondisinya demikian, lantas apa yang bisa aku lakukan untuk mereka? Jujur sepintas aku berpikiran untuk jadi seorang guru dan mengabdi seperti mereka, menjadi seberkas cahaya bagi mereka yang membutuhkan

Hingga kini, pikiran itu masih berkecamuk di otakku…

Way Back Into Love. Aku ingat benar hari itu, Selasa, 4 Nopember 2008, bertepatan dengan pemilihan gubernur jawa timur putaran kedua, kuliah libur, tapi sore aku kembali ke kost dengan membawa sesuatu untuk bidadariku. Ya, dia berulang tahun, sebenarnya ini sudah aku siapkan jauh-jauh hari sebelumnya.Aku membawanya ke tempat makan di daerah Gebang, Bakso Pak Tono. Ini pertama kali aku mengajaknya keluar. Kami ngobrol, tak sekalipun aku bahas kalau hari ini hari ulang tahunnya. Sementara bidadari itu aku culik, edrus membawa kue yang aku siapkan ke kost bidadari. Di sana teman-teman sekostnya sudah menunggu untuk mempersiapkan surprise yang sudah aku rancang :)Dan, sesampai di gerbang kostnya, aku mengucapkan selamat ulang tahun padanya, dia tersenyum. Aku kasih dia bungkusan hadiah, dia berterima kasih. Sebelum pamit, aku beri dia pisau, “bawa saja, siapa tau nanti berguna,” karaku.Pas sampai di gerbang teman-teman bidadari tersebut memberi surprise, mereka sudah membawa kue lengkap dengan lilinnya, jadilah pesta itu. Pesta ulang tahun yang walaupun bukan aku yang merayakannya, namun cukup berkesan bagiku.Itu hanya kenanganku, kenangan saat masih bersamanya, tapi sekarang ……… ????

Way Back Into Love. Aku ingat benar hari itu, Selasa, 4 Nopember 2008, bertepatan dengan pemilihan gubernur jawa timur putaran kedua, kuliah libur, tapi sore aku kembali ke kost dengan membawa sesuatu untuk bidadariku. Ya, dia berulang tahun, sebenarnya ini sudah aku siapkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Aku membawanya ke tempat makan di daerah Gebang, Bakso Pak Tono. Ini pertama kali aku mengajaknya keluar. Kami ngobrol, tak sekalipun aku bahas kalau hari ini hari ulang tahunnya.

Sementara bidadari itu aku culik, edrus membawa kue yang aku siapkan ke kost bidadari. Di sana teman-teman sekostnya sudah menunggu untuk mempersiapkan surprise yang sudah aku rancang :)

Dan, sesampai di gerbang kostnya, aku mengucapkan selamat ulang tahun padanya, dia tersenyum. Aku kasih dia bungkusan hadiah, dia berterima kasih. Sebelum pamit, aku beri dia pisau, “bawa saja, siapa tau nanti berguna,” karaku.

Pas sampai di gerbang teman-teman bidadari tersebut memberi surprise, mereka sudah membawa kue lengkap dengan lilinnya, jadilah pesta itu. Pesta ulang tahun yang walaupun bukan aku yang merayakannya, namun cukup berkesan bagiku.

Itu hanya kenanganku, kenangan saat masih bersamanya, tapi sekarang ……… ????

Me and My Best Friends. Adalah Gravitasi 2004, itu nama keluarga keduaku. Entah sebutan apa yang pantas buat mereka, sahabat, saudara atrau lebih dari itu. Semua dari mereka sama saja, sama-sama tak bisa dilupakan, ada keunikan tersendiri dari mereka yang berjumlah 44 tersebut (termasuk aku).Aku kenal mereka sewaktu kuliah, kami bertemu tepat di bulan Agustus 2004, saat kami sama-sama menjalani status sebagai mahasiswa baru Jurusan Fisika ITS Surabaya. Hingga dalam perjalanan selama 7 tahun ini, banyak kenangan yang sudah kami lewati.Kini kami sudah terpisah, hidup dengan jalan masing-masing untuk mencapai kesuksesan. Di luar itu, kami masih menjalin silaturahim, ikatan emosional kami masih tinggi.

Me and My Best Friends. Adalah Gravitasi 2004, itu nama keluarga keduaku. Entah sebutan apa yang pantas buat mereka, sahabat, saudara atrau lebih dari itu. Semua dari mereka sama saja, sama-sama tak bisa dilupakan, ada keunikan tersendiri dari mereka yang berjumlah 44 tersebut (termasuk aku).

Aku kenal mereka sewaktu kuliah, kami bertemu tepat di bulan Agustus 2004, saat kami sama-sama menjalani status sebagai mahasiswa baru Jurusan Fisika ITS Surabaya. Hingga dalam perjalanan selama 7 tahun ini, banyak kenangan yang sudah kami lewati.

Kini kami sudah terpisah, hidup dengan jalan masing-masing untuk mencapai kesuksesan. Di luar itu, kami masih menjalin silaturahim, ikatan emosional kami masih tinggi.

Simfoni Hitam. Sedikit bercerita tentang kegalauanku, yang hingga kini cerita tersebut masih belum berujung, tak ada jawaban, karena masing-masing dari kita belum tau bagaimana solusi dari penyelesaian masalah ini.Sebagai lelaki, kuakui aku memang kurang tegas dalam mengambil keputusan ini, namun ingat! aku ada alasan, karena memang tak ada ikhitar dari yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah ini. Aku lihat kami sudah stuck, hanya gini-gini saja, padahal pada awalnya kami sudah berniat untuk serius hingga ke jenjang yang lebih tinggi.Entah, semuanya seperti simfoni hitam, titik terang cahaya belum menghampiri kami. Mau jemput? aku tak tau kemana arah cahaya itu akan datang.

Simfoni Hitam. Sedikit bercerita tentang kegalauanku, yang hingga kini cerita tersebut masih belum berujung, tak ada jawaban, karena masing-masing dari kita belum tau bagaimana solusi dari penyelesaian masalah ini.

Sebagai lelaki, kuakui aku memang kurang tegas dalam mengambil keputusan ini, namun ingat! aku ada alasan, karena memang tak ada ikhitar dari yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah ini. Aku lihat kami sudah stuck, hanya gini-gini saja, padahal pada awalnya kami sudah berniat untuk serius hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Entah, semuanya seperti simfoni hitam, titik terang cahaya belum menghampiri kami. Mau jemput? aku tak tau kemana arah cahaya itu akan datang.

Gadget Generation. Seorang teman pernah berkata kepadaku, “kalau pengen beli gadget baru tapi hanya untuk gaya-gayaan ibarat beli ferari tapi naik angkot,” Dalam pikiranku sih berpikiran bahwa itu sebagai suatu hal yang nampaknya sia-sia, buang-buang duit. Tak banyak gadget yang aku punyai, hanya Hape doang, itupun HP China yang tak banyak orang minati. Namun bagiku, itu sudah cukup, selama bisa buat sms, telepon dan berinternet. Gaya-gayaannya ntar dulu dah, lebih mendahulukan kebutuhan daripada sekedar lifestyle. Tapi itu dia, kembali lagi pada kebutuhan, karena kebutuhan orang kan beda-beda, selama kebutuhanku sudah tercukupi dengan gadget tersebut, gak perlu aku beli lagi. Untuk gaya-gaya’an mengikuti trend, aku rasa bisa dinomorsekian kan.

Gadget Generation. Seorang teman pernah berkata kepadaku, “kalau pengen beli gadget baru tapi hanya untuk gaya-gayaan ibarat beli ferari tapi naik angkot,” Dalam pikiranku sih berpikiran bahwa itu sebagai suatu hal yang nampaknya sia-sia, buang-buang duit.

Tak banyak gadget yang aku punyai, hanya Hape doang, itupun HP China yang tak banyak orang minati. Namun bagiku, itu sudah cukup, selama bisa buat sms, telepon dan berinternet. Gaya-gayaannya ntar dulu dah, lebih mendahulukan kebutuhan daripada sekedar lifestyle.

Tapi itu dia, kembali lagi pada kebutuhan, karena kebutuhan orang kan beda-beda, selama kebutuhanku sudah tercukupi dengan gadget tersebut, gak perlu aku beli lagi. Untuk gaya-gaya’an mengikuti trend, aku rasa bisa dinomorsekian kan.

No Time for Breakfast. Tak ada waktu buat sarapan, atau tak ada uang? hahaaa. Ini berlaku untuk anak kost, cerita ini seperti apa yang aku alami sewaktu kuliah beberapa tahun yang lalu.Aku tak mau menganggap aku tak ada uang, lebih tepatnya sih menghemat. Artinya gini, aku sarapan selalu di atas jam 11 siang, ini juga sekaligus makan siang. Biasanya aku lakukan di kantin kampus, sekedar soto ayam, sate, tahu tek, atau tempe penyet.Aku ingat benar, aku menjadi teman yang selalu diajak temanku untuk makan di kantin, tersebutlah Berry, Intan, Alwi atau teman-teman yang lain. Sebuah moment yang tak bisa aku lupakan

No Time for Breakfast. Tak ada waktu buat sarapan, atau tak ada uang? hahaaa. Ini berlaku untuk anak kost, cerita ini seperti apa yang aku alami sewaktu kuliah beberapa tahun yang lalu.

Aku tak mau menganggap aku tak ada uang, lebih tepatnya sih menghemat. Artinya gini, aku sarapan selalu di atas jam 11 siang, ini juga sekaligus makan siang. Biasanya aku lakukan di kantin kampus, sekedar soto ayam, sate, tahu tek, atau tempe penyet.

Aku ingat benar, aku menjadi teman yang selalu diajak temanku untuk makan di kantin, tersebutlah Berry, Intan, Alwi atau teman-teman yang lain. Sebuah moment yang tak bisa aku lupakan

Sweetly Sweater. Dulu aku hanya punya satu buah sweater, karena aku pikir aku tak begitu memerlukannya. Bagaimana tidak, cuaca di Gresik dan Surabaya tak mendukung untuk memakai sweater. Kini, jumlah sweaterku mendadak berjumlah 7 buah, hahahaaa…
Sweater yang aku punyai adalah replika dari sweater uniform Hogwarts school dalam film Harry Potter. Aku mempunyai sweater Gryffindor, Ravenclaw dan Slytherin. Aku juga punya sweater Gryffindor versi lama dan sweater Quidditch Gryffindor. Semuanya memang tentang Harry Potter, karena aku juga seorang HPF.
Sweater Girls Generation Yoona No 93 dalam MV SNSD juga sempat aku beli, sempat gak pede sih waktu pakai ini, karena bertuliskan Girls Generation, dikira buat cewek gitu. 

Sweetly Sweater. Dulu aku hanya punya satu buah sweater, karena aku pikir aku tak begitu memerlukannya. Bagaimana tidak, cuaca di Gresik dan Surabaya tak mendukung untuk memakai sweater. Kini, jumlah sweaterku mendadak berjumlah 7 buah, hahahaaa…

Sweater yang aku punyai adalah replika dari sweater uniform Hogwarts school dalam film Harry Potter. Aku mempunyai sweater Gryffindor, Ravenclaw dan Slytherin. Aku juga punya sweater Gryffindor versi lama dan sweater Quidditch Gryffindor. Semuanya memang tentang Harry Potter, karena aku juga seorang HPF.

Sweater Girls Generation Yoona No 93 dalam MV SNSD juga sempat aku beli, sempat gak pede sih waktu pakai ini, karena bertuliskan Girls Generation, dikira buat cewek gitu.